Temanggung_Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap kembali meneguhkan eksistensinya di panggung akademik nasional dan internasional. Wakil Rektor III UNUGHA Cilacap, Masruri, S.Ag., M.Si., dipercaya menjadi narasumber dalam International Seminar yang diselenggarakan oleh Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Jawa Tengah, pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU dan MoA) kerja sama antar perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
International Seminar ini menghadirkan berbagai institusi mitra strategis, baik nasional maupun internasional. Global Interfaith University (GIU) USA hadir sebagai mitra internasional, sementara INISNU Temanggung bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara. Sejumlah perguruan tinggi lain turut berpartisipasi, di antaranya STAI Walisembilan Semarang, STIK Kendal, STITMA Yogyakarta, IIM Surakarta, STAI Brebes, UNDARIS Semarang, UNUGHA Cilacap, serta AKPER NU Temanggung.
Dalam forum akademik tersebut, Masruri menyampaikan materi bertajuk Transformasi Pendidikan Ekoteologi. Tema ini mengangkat isu strategis tentang pentingnya peran pendidikan dalam merespons krisis lingkungan global yang semakin memprihatinkan akibat eksploitasi alam yang tidak terkendali. Paparan ini mendapat perhatian besar dari peserta seminar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra.
Masruri menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan kajian teologis yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Alam diposisikan sebagai amanah Ilahi yang harus dijaga dan dilestarikan. Perspektif ini menegaskan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia sebagai khalifah di bumi.
Lebih lanjut, ia menekankan urgensi pendidikan ekoteologi sebagai sarana transformasi paradigma generasi masa depan. Krisis lingkungan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan krisis moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam membentuk kesadaran ekologis yang terintegrasi dengan nilai keimanan.
Transformasi pendidikan ekoteologi, menurut Masruri, dapat diwujudkan melalui integrasi kurikulum berbasis lingkungan, pembelajaran kontekstual yang mendorong aksi nyata, serta kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam paparannya, Masruri juga menegaskan peran pendidik sebagai teladan ekologis. Guru dan dosen diharapkan mampu menginternalisasi nilai spiritual dan kepedulian lingkungan, serta mendorong pembelajaran reflektif agar peserta didik tumbuh menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam.

Partisipasi aktif WR III UNUGHA Cilacap sebagai narasumber dalam forum internasional ini semakin memperkuat komitmen UNUGHA Cilacap dalam pengembangan pendidikan transformatif. Melalui sinergi antar perguruan tinggi nasional dan internasional, seminar ini diharapkan melahirkan gagasan kolaboratif menuju generasi beriman, berilmu, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. kegiatan ini ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.
Publish: Bagian Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














