Banyumas — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNUGHA Cilacap melaksanakan kegiatan pendampingan pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Mujahidin Banyumas pada Rabu, 11 Desember 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Pembinaan Keterampilan Membaca dan Memahami Kitab Kuning dengan Metode Al Miftah” dan bertujuan meningkatkan kompetensi santri dalam membaca serta memahami kitab turats secara sistematis dan aplikatif.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Dr. Misbah Khusurur, S.H.I., M.Si. bersama tim pengabdi yang terdiri dari Masruri, S.Ag., M.Si., H. Soiman Nawawi, S.H., M.H., Harlyana Afifah, dan Nadiana Puspitasari Candra Wulan. Pesantren Al Mujahidin Banyumas dipilih sebagai mitra karena memiliki komitmen kuat dalam pembelajaran Kitab Kuning, namun masih menghadapi kendala dalam penguasaan ilmu alat, khususnya nahwu dan sharaf, di kalangan santri.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan santri secara aktif. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengelola pesantren, dilanjutkan dengan pelatihan Metode Al Miftah Lil-Ulum, praktik langsung membaca Kitab Kuning, pendampingan intensif, serta evaluasi hasil pembelajaran.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan santri dalam membaca Kitab Kuning. Santri mulai mampu mengenali struktur kalimat bahasa Arab, menentukan fungsi kata, serta membaca teks Kitab Kuning dengan lebih lancar dan percaya diri. Selain itu, motivasi belajar santri juga mengalami peningkatan setelah metode pembelajaran disajikan secara praktis dan langsung aplikatif pada teks kitab.

Ketua tim pengabdi, Misbah Khusurur, menyampaikan bahwa Metode Al Miftah Lil-Ulum terbukti efektif karena menyederhanakan kaidah bahasa Arab tanpa menghilangkan substansi keilmuan. “Metode ini membantu santri memahami Kitab Kuning secara bertahap dan sistematis, sehingga tidak lagi merasa kesulitan saat berhadapan dengan teks kitab gundul,” ujarnya.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di pesantren dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Tim pengabdi merekomendasikan agar pendampingan Metode Al Miftah Lil-Ulum dilanjutkan secara berkala dan dikembangkan pada tingkat lanjutan guna memperkuat kompetensi santri dalam kajian Kitab Kuning.

Oleh: Dr. Misbah Khusurur, S.H.I., M.Si
Publish: Bagian Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom