Cilacap – Rabu, 3 Desember 2025, UNUGHA Cilacap resmi gelar Agenda The Third Al Ghazali International Conference 2025. Konferensi internasional ini mengangkat tema besar “Integrating Knowledge, Inspiring Change: Ethics, Spiritual Resilience, and Global Harmony – Navigating Civilizational Challenges through Education and Wisdom.” Acara berlangsung secara hybrid, menggabungkan kegiatan luring di kampus dan daring melalui Zoom.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sesi registrasi peserta. Peserta hadir dan melakukan check-in di meja depan panitia dengan alur yang telah disiapkan. peserta dalam kegiatan ini bersal dari beberapa kampus dari luar daerah dan luar negeri (berjumlah 14 negara). adapun daerah luarnya yakni; Kebumen, purbalingga, semarang, Kota Banjar, Padang dan Kalimantan Barat dan luar negeri adalah, pakistan, thailand, ghana, philipin, sudan dan lainnya. Setelah registrasi, acara memasuki sesi pembukaan pada pukul 08.00 WIB yang diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon sebagai simbol semangat nasionalisme dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Pukul 08.15 WIB, agenda dilanjutkan dengan laporan dari ketua penyelenggara Chairperson of The Third AIC 2025 (Dr. Umi Zulfa, M.Pd). Laporan tersebut berisi gambaran tentang konsep konferensi, tujuan kegiatan, serta harapan agar forum ilmiah ini dapat memperkuat kontribusi akademisi internasional terhadap isu etika, spiritualitas, dan pendidikan global.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Rektor UNUGHA Cilacap (Dr. A. Luthfi Hamidi, M.Ag pada pukul 08.20 WIB. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tangguh secara moral di tengah kemajuan teknologi dan tantangan global. Pendidikan menurutnya, tidak hanya mentransmisi ilmu, tetapi juga membangun karakter dan harmoni sosial. kegiatan seperti InsyAllah akan dilakukan setiap tahun untuk kedepannya.

Sebagai bagian dari dokumentasi resmi, agenda dilanjutkan dengan sesi foto bersama panitia dan tamu undangan pada pukul 08.40 WIB. Momen ini menjadi penanda resmi bahwa konferensi internasional telah dimulai dan siap memasuki pembahasan ilmiah melalui berbagai sesi pemaparan.
Konferensi memasuki sesi inti pada pukul 09.00 WIB melalui Plenary Session I, yang menghadirkan pemateri internasional dan nasional, antara lain Assoc. Prof. Hasyiya Karimah (Malaysia), Dr. David Jawel (Inggris), Mr. Nicolas Anderson Sobreira T (Brazil) dan Adams Origima Onivehu (Negeria). Sesi ini dipandu oleh Dr. M. Khanif sebagai moderator. Setiap pembicara diberi waktu presentasi 15 menit, diikuti diskusi bersama selama 30 menit, sehingga membuka ruang interaksi akademik yang produktif.

Selanjutnya, Plenary Session II dilaksanakan pada pukul 10.30–11.45 WIB. Sesi ini menampilkan pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri, yaitu Dr. Umi Zulfa, M.Pd (UNUGHA Cilacap), dan Dr. Misbah Khussurur, M.SI (UNUGHA Cilacap) dan Dr. Ida Zahara, M.Si (UNDARIS Semarang). Diskusi berlangsung intens dengan fokus pembahasan mengenai harmoni global dan ketahanan spiritual dalam konteks peradaban modern.

Setelah sesi kedua berakhir, panitia menyampaikan pengumuman sebelum peserta istirahat pada pukul 12.00 WIB. Konferensi kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00–16.00 WIB melalui parallel session hybrid yang digelar di beberapa ruangan secara offline dan juga online via Zoom. Sesi ini menjadi ruang bagi para presenter untuk memaparkan hasil penelitian secara lebih spesifik sesuai bidang kajian masing-masing.


Dengan agenda yang terstruktur dan kolaboratif, The Third Al Ghazali International Conference 2025 diharapkan mampu memperkuat jejaring ilmiah global serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai etika dan spiritualitas sebagai landasan peradaban dunia.
Oleh : Dian Permana, M.Pd.I
Publish : Humas dan Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom














