Cilacap – Semangat persatuan di tengah keberagaman kembali digaungkan oleh BEM FKI UNUGHA Cilacap bersama FKUB Kabupaten Cilacap melalui kegiatan bertajuk “Dialog Lintas Iman” yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 di Aula Fakultas Keagamaan Islam (FKI) UNUGHA Cilacap.
Mengusung tema “Dari Perbedaan Menuju Pemahaman: Dialog Lintas Iman untuk Generasi Moderat”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan diskusi terbuka bagi mahasiswa serta generasi muda dalam memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan berbagai tokoh lintas agama dan unsur pemerintahan sebagai narasumber. Materi disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Cilacap, Bapak Djoko Warsito mewakili umat Hindu, Bapak Joko Wiratno mewakili umat Kristen, Romo Vincent mewakili umat Katholik, Romo Tara mewakili umat Budha, serta Bapak Muslam dari unsur Penghayat Kepercayaan.
Ketua FKUB Kabupaten Cilacap, Fahrur Rozi, dalam sambutannya mengatakan bahwa keberagaman dalam konteks kehidupan bersama yang damai dan harmoni itu ibarat sop buah. Di dalam sop buah, ada berbagai macam buah, tetapi tidak ada mayoritas minoritas, karena mereka tidak kehilangan identitasnya sebagai buah dengan rasa khas masing-masing. Bukan seperti juz buah yang menghilangkan identitas minoritas karena tercampur oleh dominasi mayoritas. Nah, sop buah itulah gambaran keanekaan Indonesia yang menjadikannya indah dan endingnya adalah terjaganya kehidupan yang harmoni..
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni bangsa. Melalui dialog seperti ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukan ancaman, tetapi anugerah yang memperkaya kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan terhadap meningkatnya isu intoleransi dan polarisasi sosial di tengah masyarakat. Karena itu, BEM FKI UNUGHA bersama FKUB Cilacap berinisiatif menghadirkan forum edukatif yang mampu menumbuhkan sikap moderat, inklusif, dan cinta damai di kalangan generasi muda.
Kolaborasi antara mahasiswa dan tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kuat sinergi dalam menciptakan ruang dialog yang santun, terbuka, dan penuh penghormatan. Tidak hanya membahas keberagaman agama, kegiatan ini juga menanamkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Poster kegiatan yang menampilkan keberagaman tokoh agama dan budaya Nusantara turut mempertegas pesan persatuan dalam keberagaman. Antusiasme peserta yang hadir menunjukkan bahwa semangat toleransi dan moderasi beragama masih menjadi nilai penting yang terus hidup di lingkungan akademik.
Di akhir sesi, ketua FKUB, Fahrur Rozi menyampaikan statement akhir sebagai bahan refleksi untuk kita semua : Bahwa iman kita bisa saja berbeda. Tetapi kita menyembah Tuhan yang sama dàn hidup di bawah langit yang sama. Nah, apakah layak kita membenci sesama atas nama Tuhan?

Melalui kegiatan “Dialog Lintas Iman”, UNUGHA Cilacap kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang aktif mendorong penguatan karakter kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Sebagai penutup kegiatan, seluruh narasumber, panitia, dan peserta melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan dalam merajut harmoni di tengah keberagaman.
Publish: Bag Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














