Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermandes) Kabupaten Cilacap. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah menjalin kolaborasi erat dengan Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap. Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah langkah konkret untuk menyatukan persepsi dan menguatkan sinergi dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan, khususnya dengan memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi pengelola BUMDes. Dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis, Dispermandes ingin memastikan bahwa pengelolaan administrasi dan keuangan BUMDes dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, pada 13–14 Agustus 2025, dan diikuti oleh 21 Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan serta pengurus dari 42 BUMDes yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap hadir secara langsung dalam pelatihan ini dan ditargetkan menjadi model atau percontohan dalam pengelolaan BUMDes yang efektif dan berdaya saing. Materi pelatihan dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu “Administrasi Keuangan dan Pelaporan BUMDes” serta “Praktik Penyusunan Laporan Keuangan.” Harapannya, setelah pelatihan ini, para pengelola BUMDes dapat lebih cermat dalam menyusun laporan keuangan, menghitung potensi keuntungan, dan mengelola dana desa secara tepat sasaran, terutama untuk mendukung ketahanan pangan.

Kepala Dispermandes Kabupaten Cilacap, Bintang Dwi Cahyono, AP., MM., menegaskan bahwa kolaborasi ini mendapat rekomendasi langsung dari Bupati. “Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan kinerja BUMDes. Oleh karena itu, kami menggandeng Unugha sebagai mitra akademis untuk memberikan pendampingan yang terstruktur. Harapannya, hasil produksi BUMDes nantinya dapat memenuhi kebutuhan pangan, termasuk untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis). Dengan demikian, BUMDes tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga produktif dalam menghasilkan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Bintang menjelaskan, saat ini ada enam desa di Cilacap yang telah mendapatkan penyertaan modal khusus untuk pengembangan pangan, terutama komoditas jagung. Program ini akan dikaji lebih dalam dari sisi akademis oleh Unugha, sehingga dapat ditemukan formula bisnis yang efektif. Model ini diharapkan menciptakan hubungan saling mendukung antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih, di mana BUMDes berperan sebagai produsen utama dan koperasi berfungsi sebagai pemasok. Skema ini diyakini dapat membentuk rantai pasok yang kuat, sehingga produksi dan distribusi tidak terputus. Selain itu, orientasi bisnis BUMDes akan diarahkan untuk memperoleh keuntungan yang terukur melalui perhitungan Break Even Point (BEP), sehingga mampu menambah pendapatan asli desa (PADes) dan menjamin keberlanjutan usaha.

Salah satu alasan utama Dispermandes menggandeng perguruan tinggi, swasta, dan media adalah untuk mengatasi berbagai kendala yang masih dihadapi BUMDes di lapangan. Banyak BUMDes yang belum memiliki kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, terutama dalam hal manajemen keuangan dan penyusunan proposal usaha. Tidak jarang proposal yang diajukan belum proporsional, baik dari sisi perencanaan maupun analisis usaha. “Melalui pendampingan dari UNUGHA Cilacap, kami ingin memastikan setiap BUMDes memiliki rencana usaha yang matang, administrasi yang tertib, dan pelaporan yang sesuai standar, sehingga dapat menghindari kesalahan dalam pengelolaan dana,” tegas Bintang.

Dalam kegiatan ini, Dispermandes menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang berpengalaman, yakni Rahmat Alhakim, M.E. (akademisi dari UNUGHA Cilacap), Sukatno, S.T. (Tenaga Ahli Pembangunan Masyarakat/TAPM Cilacap), Priyono Hadi Mulyono (TAPM Cilacap), serta Muji (praktisi pengembangan desa). Para narasumber menyampaikan materi dengan pendekatan kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat kapasitas BUMDes baik dalam aspek produksi, pemasaran, maupun manajemen keuangan.

Unugha sendiri telah menyiapkan proposal tertulis untuk mendukung program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes. Selain itu, tim media Unugha diharapkan aktif mempublikasikan kegiatan dan keberhasilan program ini kepada seluruh BUMDes di Kabupaten Cilacap, sehingga dapat menjadi inspirasi dan mendorong replikasi praktik terbaik. Dengan dukungan penuh dari akademisi, pemerintah daerah, dan mitra usaha, BUMDes di Cilacap diharapkan dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor usaha nabati dan hewani yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Kolaborasi antara Dispermandes dan Unugha ini menjadi contoh nyata bahwa penguatan BUMDes tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menghadirkan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Dengan semangat positif thinking yang diusung, BUMDes di Cilacap diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat, berinovasi, dan menjadi kebanggaan masyarakat desa.


Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari