Cilacap,  Pada tanggal 20 Juli 2026mahasiswa dari prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Nahdlatul Ulama Al – Ghazali melalukan kegiatan observasi dan pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK) memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengenal karakteristik, aktivitas, serta kebutuhan anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu asrama Sekolah Luar Biasa (SLB) di Cilacap yaitu di asrama Harapan Ibu dengan pengasuh asrama ibu Wuri atau yang akrab dipanggil Budhe Wuri oelh anak anak. Asrama ini berada di bawah naungan Yayasan Dipa Mandiri Nusantara dibawah pimpinan Bapak Sugeng Paijo. Pendampingan ini menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di bidang Bimbingan dan Konseling.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Chalista, Agus Riowanto, Iskandar Sukronhidayat, Dewi Maryam, dan Ummi Resie Noviana di bawah bimbingan Heny Kristiana R., M.Pd.I. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa didampingi oleh pengasuh asrama, Ibu Wuri, yang akrab disapa Budhe Wuri oleh anak-anak di asrama.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mengamati secara langsung kehidupan anak-anak yang tinggal di asrama serta berinteraksi dengan mereka dalam suasana yang lebih dekat dan informal. Anak-anak yang ditemui memiliki karakteristik yang beragam, di antaranya anak dengan hambatan pendengaran, hambatan komunikasi, dan hambatan intelektual.

Kegiatan observasi tidak hanya berfokus pada kondisi dan keterbatasan yang dimiliki anak, tetapi juga melihat berbagai potensi serta kemampuan yang mereka tunjukkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mahasiswa mengamati bagaimana anak-anak berkomunikasi, berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti aktivitas bersama, serta mendapatkan pendampingan dari para pengasuh.

Belajar Berkomunikasi dengan Cara yang Berbeda

Salah satu pengalaman yang cukup berkesan selama kegiatan adalah ketika mahasiswa berinteraksi dengan anak tunarungu dan tunawicara. Keterbatasan dalam komunikasi verbal menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang belum terbiasa menggunakan bahasa isyarat. Meski demikian, komunikasi tetap dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti gerakan tangan, ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu harus dilakukan melalui kata-kata. Sikap terbuka, kesabaran, dan kemauan untuk memahami menjadi hal penting dalam membangun hubungan dengan anak berkebutuhan khusus.

Mahasiswa juga menemukan bahwa anak-anak memiliki cara masing-masing dalam menunjukkan perasaan dan merespons lingkungan di sekitarnya. Ada anak yang terlihat aktif dan mudah berinteraksi, sementara anak lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman ketika bertemu dengan orang baru.

Peran Pengasuh dalam Kehidupan Anak

Selain berinteraksi dengan anak-anak, mahasiswa juga mengamati peran pengasuh dalam mendampingi kehidupan sehari-hari penghuni asrama. Pengasuh tidak hanya bertugas memastikan kebutuhan sehari-hari anak terpenuhi, tetapi juga memberikan arahan, perhatian, motivasi, dan pendampingan dalam berbagai aktivitas.

Pendampingan dilakukan dengan penuh kesabaran dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Anak-anak diberikan kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri dengan tetap mendapatkan pengawasan dan bantuan ketika diperlukan. Kehadiran pengasuh menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak. Hubungan yang terjalin antara pengasuh dan anak juga memperlihatkan bahwa pendampingan bukan hanya mengenai membantu menyelesaikan aktivitas, tetapi juga memberikan rasa aman, diterima, dan dihargai.

Setiap Anak Memiliki Potensi

Dari hasil pengamatan, mahasiswa menyadari bahwa anak berkebutuhan khusus tidak dapat hanya dilihat berdasarkan keterbatasan yang dimiliki. Setiap anak mempunyai kemampuan, karakter, dan potensi yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat dari cara anak berkomunikasi, bersosialisasi, mengikuti kegiatan, maupun menunjukkan ketertarikan terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing anak agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

Semua anak anak yang ada di asrama mereka mempunyai potensi yang berbeda beda. Ada yang pandai menggambar, ada yang pandai memasak, foto grafer, merangkai bunga, menghias kua, menulis rapi, dan masih banyak lagi. Berapa anak juga ada yang menjadi perwalikan lomba untuk kegiatan pramuka di luar kota. Pengalaman tersebut juga memberikan pemahaman bahwa lingkungan yang mendukung memiliki peranan penting dalam perkembangan anak. Dukungan dari pengasuh, guru, keluarga, dan masyarakat dapat membantu anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemandirian serta kemampuan sosialnya.

Menumbuhkan Empati Mahasiswa

Bagi mahasiswa, kegiatan observasi dan pendampingan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap. Interaksi secara langsung membuat mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih nyata mengenai kehidupan anak berkebutuhan khusus dibandingkan hanya mempelajarinya melalui teori di perkuliahan.

Mahasiswa belajar untuk lebih sabar dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan, serta memahami bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Pengalaman ini juga menjadi refleksi bahwa keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan perlakuan yang berbeda secara negatif.

Kegiatanpendampingan dan observasi di asrama ini pada akhirnya memberikan pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Melalui pendampingan yang tepat, lingkungan yang mendukung, serta penerimaan dari orang-orang di sekitarnya, anak berkebutuhan khusus dapat terus berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk memahami pentingnya empati, penerimaan, komunikasi, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam memberikan layanan kepada peserta didik di masa mendatang.

Oleh : Tim Mahasiswa
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom