Cilacap – Rabu, 23/06/25, MAMUSDA (Masjid Mushola Berdaya): Mahasiswa KKN Paparkan Program Kerja di Tengah Dukungan Tokoh Desa Bantar, Dusun Tarisi RT 03 RW 12, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 07, Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap (Unugha) melaksanakan kegiatan pemaparan program kerja dengan tema MAMUSDA: Masjid Mushola Berdaya, bertempat di masjid setempat, tapatnya di masjid Al falah, pada hari Rabu, 23/06/25. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua Ranting NU, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Tema “MAMUSDA” diangkat sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Masjid diharapkan mampu menjadi titik penguat nilai-nilai keluarga, pendidikan keagamaan anak, serta solidaritas sosial berbasis komunitas.

Desa Bantar merupakan wilayah yang memiliki karakter religius kuat, dengan peran aktif masjid dan tokoh-tokoh agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Masjid menjadi tempat belajar anak-anak, pusat kegiatan sosial, hingga forum diskusi warga. Dalam konteks ini, mahasiswa KKN melakukan observasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti perangkat desa, pengurus masjid, ketua ranting NU, dan pemuda desa, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan peran masjid dalam menangani problematika keluarga dan sosial.

Kegiatan Utama dalam Program “MAMUSDA”
Mahasiswa KKN memaparkan berbagai program kerja yang terangkum dalam konsep “MAMUSDA”, Dalam garis besarnya yaitu:

  1. Ngaji Bareng Anak dan Remaja
    Sebagai bentuk penguatan karakter dan nilai agama, mahasiswa akan rutin mendampingi anak-anak dalam kegiatan ngaji Iqro dan Al-Qur’an di masjid.
  2. Bakti Sosial Masjid dan Lingkungan
    Melibatkan warga untuk gotong royong, membersihkan lingkungan masjid, serta mengedukasi pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Warga menyampaikan dukungannya terhadap program mahasiswa:
“Tema MAMUSDA ini menarik. Masjid memang seharusnya tidak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga pusat pendidikan dan sosial. Kami mendukung penuh kegiatan adik-adik mahasiswa.”

Kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid, bila dikelola secara inklusif dan kreatif, bisa menjadi tempat pemberdayaan yang efektif. Melalui program “MAMUSDA”, mahasiswa KKN mencoba menghidupkan masjid sebagai ruang belajar lintas usia, tempat penguatan keluarga, dan simpul sosial masyarakat desa.

Keterlibatan tokoh desa, NU, dan masyarakat menjadi modal penting bagi suksesnya program. Dengan kolaborasi ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sumber kekuatan keluarga dan komunitas di era modern. pada sesi akhir dilakukan foto bersama untuk dokumntasi kegiatan.

Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari