Sembilan mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Yogyakarta dengan pendekatan yang berbeda: berbasis riset dan berorientasi pada kontribusi nyata. Bertempat di lingkungan masjid dan komunitas yang menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Smart Mosque, mereka tidak hanya belajar menerapkan teori informatika, tetapi juga merancang solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dimulai dengan perakitan perangkat jam digital masjid, sebuah sistem informasi waktu sholat yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan ketepatan waktu ibadah. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses teknis, mulai dari penyolderan komponen hingga pengujian sistem. Aktivitas ini menjadi pintu masuk bagi mereka untuk memahami bagaimana teknologi sederhana dapat memberi dampak besar dalam kehidupan sehari-hari jamaah.

Selanjutnya, mahasiswa mengadakan diskusi intensif untuk menentukan fokus penelitian masing-masing. Topik yang muncul sangat beragam, mencerminkan kompleksitas dan potensi pengembangan Smart Mosque: dari automatisasi pendingin ruangan, monitoring konsumsi listrik, sistem audio adaptif berbasis kebisingan dan kepadatan jamaah, hingga analisis data keuangan masjid dan keamanan jaringan. Diskusi ini tidak hanya berlangsung di siang hari, tetapi juga dilanjutkan dengan pemaparan teori dan studi literatur di malam hari, memperkuat landasan akademik dan arah riset yang akan mereka tempuh.

Menariknya, kegiatan PKL ini tidak hanya berisi aktivitas teknis dan akademik. Mahasiswa juga menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial di masjid yang menjadi pilot project Smart Mosque. Mereka bergotong royong membersihkan area masjid, merapikan fasilitas, dan berinteraksi langsung dengan pengurus serta jamaah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa riset dan teknologi tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial.

Masjid Al Muhajirin di Sedayu Bantul menjadi salah satu titik penting dalam kegiatan ini. Masjid tersebut telah lama menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan Smart Mosque, baik oleh peneliti sebelumnya maupun oleh mitra lokal. Kehadiran mahasiswa PKL dari UNUGHA memperkuat kesinambungan riset dan membuka peluang baru untuk inovasi yang lebih aplikatif dan berdampak.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan berbasis riset, mahasiswa PKL UNUGHA di Yogyakarta menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya soal perangkat, tetapi juga tentang dedikasi, empati, dan keberlanjutan. Mereka tidak sekadar menjalani PKL,
Oleh: Safiq Rosyad, M.Kom.
Publish: Humas dan Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














