Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, kawasan konservasi Laguna Segara Anakan Cilacap menjadi saksi semangat kolaboratif antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan utama yang digelar adalah penanaman pohon mangrove yang melibatkan langsung Gubernur Jawa Tengah.

Kegiatan yang bertajuk “MAGERI SEGORO” ini diselenggarakan oleh Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan Cilacap (KOLAKSEKANCIL) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Acara ini berlangsung pada hari ini Kamis, 5 Juni 2025, pukul 10.00 WIB di kawasan KOLAKSEKANCIL dan terbuka bagi para mitra dan komunitas peduli lingkungan.

Dalam surat resminya, Ketua KOLAKSEKANCIL, Antonius Joni Rianto, mengundang berbagai organisasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Salah satu organisasi yang diminta untuk turut serta adalah Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) IGHOPALA yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan konservasi dan pelestarian alam.

Sebanyak tujuh anggota KMPA IGHOPALA akan ditugaskan untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Mereka tidak hanya akan berperan sebagai peserta, tetapi juga turut membantu secara teknis dalam pelaksanaan di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen para generasi muda dalam merawat bumi. adapun anggota dari KMPA IGHOPALA yang mengikutinya yakni Ketua Umum KMPA IGHOPALA yaitu Anggoro Zulfiqar Mubarok dan anggotanya yg terdiri dari Charikah Mujabah, Yuni Asti Setianingsih, Jesi Nanda Pratiwi, Mia Amelia Agustin, Oktavia, dan Devi Ramadhani

Penanaman pohon mangrove ini menjadi simbol nyata dari upaya restorasi kawasan pesisir yang terdampak oleh abrasi dan perubahan iklim. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir, mencegah erosi pantai, serta sebagai habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan hadir dan terlibat langsung dalam penanaman pohon mangrove. Kehadiran beliau diharapkan mampu memotivasi masyarakat luas untuk ikut peduli terhadap isu-isu lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terhadap kerusakan.

Kegiatan “MAGERI SEGORO” juga menjadi ajang edukasi lingkungan, mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan diharapkan menjadi teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

KOLAKSEKANCIL sendiri terus berkomitmen untuk menjadi garda depan dalam pelestarian lingkungan Laguna Segara Anakan yang merupakan salah satu ekosistem unik dan penting di Jawa Tengah. Kegiatan ini juga sebagai wujud nyata dari keberlanjutan program konservasi yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir.

Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas pecinta alam, dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini tidak hanya berdampak pada penghijauan semata, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi mendatang.


Oleh: KMPA IGHOPALA UNUGHA Cilacap
Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari