Pada hari Sabtu, 8 Februari 2025 – FKI, PMB UNUGHA Cilacap dan Organisasi Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) menggelar Bimbingan Muqri yang diikuti oleh 62 peserta. Pelaksanaan Bimbingan Muqri dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB yang bertempat di Musholla Sabiul Hidayah, Jl. Gunung Batur, Kesugihan Kidul, Kabupaten Cilacap.

Penerapan Bimbingan Muqri ini dilakukan dengan menggunakan metode Yanbu’a, yang dimana metode ini menerapkan pembelajaran yang berbasis dalam hal membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an. Metode Yanbu’a menggunakan Rasm Utsmani, yaitu penulisan Al-Qur’an yang digunakan di Negara-Negara Arab dan Islam.
Dalam Bimbingan Muqri ini diawali dengan penyampaian sambutan oleh Abdullah Ridlo, S.Hum., M.A., yang biasa di sapa Gus Aldo. Kemudian yang menjadi pemateri/narasumber Bimbingan Muqri yaitu Dr. Ky. Misbah Khusurur, S.H.I., M.S.I., sekaligus beliau merupakan Pembina LMY dan Dekan Fakultas Keagamaan Islam (FKI) UNUGHA Cilacap.

Adapun daftar peserta yang mengikuti Bimbingan Muqri yaitu sebagai berikut:

  1. TPQ Asaasunnajah 10 peserta
  2. TPQ Baituttaaibiin 5 peserta
  3. Madin Nurul Huda 5 peserta
  4. Sabilul Hidayah 7 peserta
  5. Alhidayah Platar 2 peserta
  6. Ribath Nahdlatut Tulab 6 peserta
  7. Miftahul Jannah 5 peserta
  8. Al Ghufron 1 peserta
  9. TPQ Al-Kuba 5 peserta
  10. Madin Roudlotul Muta’alimin 5 peserta11. PPTQ DARUL KAMAL mewakilkan 11 peserta,

Bimbingan Muqri biasanya merujuk pada pembelajaran atau pelatihan dalam membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Muqri adalah seorang ahli dalam membaca Al-Qur’an secara tepat sesuai dengan aturan tajwid, baik dalam hal makhraj (tempat keluarnya huruf) maupun sifat-sifat huruf.

Untuk bimbingan Muqri, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  1. Tajwid yang benar: Memahami hukum tajwid dan mengimplementasikannya dalam membaca Al-Qur’an.
  2. Makhrij dan Sifat Huruf: Belajar bagaimana melafalkan setiap huruf dengan benar, memperhatikan tempat keluarnya dan sifat-sifatnya (seperti tebal, tipis, panjang, dll).
  3. Mengenal Mad dan Qira’at: Memahami aturan mad (panjangnya bacaan) serta perbedaan dalam qira’at (cara membaca Al-Qur’an yang sah).
  4. Lafalan dan Kecepatan yang Tepat: Membaca dengan kecepatan yang tepat, tidak terlalu cepat atau lambat, serta menjaga kelancaran bacaan.
  5. Pendengaran dan Pengulangan: Menyimak bacaan yang benar dari seorang Muqri berpengalaman, serta mengulangi bacaan untuk memperbaiki kesalahan.

Dalam kegiatan ini Kepala Bagian PMB UNUGHA Cilacap Ngarifin, M. Sos menyampaikan tentang Sosiolisasi PMB UNUGHA Cilacap kepada peserta pelatihan MUQRI, “siap membantu dan mengantarkan calon mahasiswa baru UNUGHA Cilacap untuk mencapai kesuksesannya kedepan. dan kami juga menyiapkan banyak beasiwa bagi calon mahasiswa baru tahun ini, ujarnya”.

Semoga dengan adanya Kolaborasi yang baik ini antara FKI, PMB UNUGHA Cilacap dan LMY Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Muqri ini dapat meningkatkan antusias peserta kedepannya dalam mempelajari serta menggunakan metode Yanbu’a dalam pengaplikasiannya.



Oleh: Abdullah Ridlo (LMY Cilacap)
Publish: Humas UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari