Cilacap – Dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum serta literasi media di kalangan pelajar, SMP Ya Bakii 1 Kesugihan Cilacap mengadakan pelatihan public speaking dan literasi media pada Selasa (tanggal disesuaikan). Acara ini menghadirkan dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, Muhammad Ridwan, M.Sos., yang merupakan dosen dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Pelatihan dimulai pada pukul 14.15 WIB hingga 16.00 WIB pada hari Jum’at tanggal 7 Maret 2025 yang diikuti oleh siswa dan siswi pilihan dari kelas 7 dan 8. Acara bertempat di salah satu gedung SMP Ya Bakii 1 Kesugihan, kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Dalam sesi pelatihan, Muhammad Ridwan menyampaikan berbagai teknik untuk mengatasi rasa cemas dan takut saat berbicara di depan umum. Selain itu, ia juga mengajarkan teknik penggunaan suara perut agar suara lebih lantang dan jelas. Tidak hanya berfokus pada keterampilan berbicara, Ridwan juga memberikan materi penting mengenai bijak dalam menggunakan media sosial.

Ridwan menekankan pentingnya menjadi generasi yang kritis dan cerdas dalam menyaring informasi yang diterima serta bijaksana dalam mengunggah pesan di media sosial. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan, “Ketika berbicara di depan umum, rasa cemas dan takut adalah hal yang wajar. Namun, ada beberapa teknik yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara, serta menggunakan suara perut agar suara lebih stabil dan tidak bergetar. Jangan lupa untuk tetap fokus pada pesan yang ingin disampaikan, bukan pada rasa gugup yang kita rasakan.”

Lebih lanjut, Ridwan juga menyoroti pentingnya kesadaran dalam menggunakan media sosial. “Media sosial adalah alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Namun, kita juga harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebar hoaks atau informasi yang tidak bermanfaat. Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: apakah informasi ini benar? Apakah ini bermanfaat bagi orang lain? Apakah ini akan berdampak baik bagi saya dan lingkungan saya? Jika jawabannya ragu-ragu, lebih baik tidak diunggah,” jelasnya panjang lebar.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum serta memiliki kesadaran yang lebih baik dalam memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.


Oleh: Muhammad Ridwan
Publish: Humas dan Publikasi
Editor: Arief Septyady