Cilacap – Pada tanggal 17 April 2025 mahasiswa dari prodi Bimbingan dan Konseling Univertitas Nahdlatul Ulamah Al Ghazali Cilacap mengikuti dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Pranikah yang dilaksanakan di sebuah lembaga agama yang ada di adipala yaitu KUA Adipala.
Latar belakang pelaksanaan kegiatan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap ke KUA ini adalah sebagai tugas mata kuliah Psikologi Keluarga dan Problematikanya yang diampu oleh Ibu Heny Kristiana Rahmawati, M. Pd. I.
Kegiatan ini dilakukan oleh pihak KUA dalam rangka mempersiapkan calon pengantin agar siap mental, emosional, dan spiritual. KUA kecamatan adipala menjadwalkan kegiatan bimbingan pada hari Selasa dan Kamis setiap minggunya dari jam 09.00-12.00 WIB. “Harapannya, kegiatan ini bisa mengurangi jumlah perceraian di cilacap yang akhir-akhir ini menjadi angka tertinggi di provinsi jawa tengah”, ujar pak solih.
Tujuan diadakannya kegitan bimbingan pranikah ini yaitu agar calon pengantin mengerti dan memahami pilar keluarga sakinah yaitu, Zawwaj, Mitsaqah Ghalidhan, Mu’asyarah Bil Ma’ruf, dan Musyawarah.
Pelaksanaan bimbingan pranikah ini dilaksanakan oleh penyuluh. Di KUA Adipala ini terdapat 9. Namun, kami hanya menemui 2 penyuluh yaitu Bapak Solih Anwar M,Pd (Kepala Penyuluh) dan Bapak Denyo Gringgo, S.H.
Pada hari selasa (15/4) mahasiswi (Ayu Rofiqoh, Rezi Nur Fitriana, Teni Khusyaeni, dan Nisrina Noer Hasna) mengikuti langsung kegiatan bimbingan pranikahan dan melakukan wawancara bersama bapak penyuluh Solih Anwar M,Pd. Pada hari tersebut calon pengantin yang mengikuti kegiatan bimbingan cukup banyak yaitu 14 pasang calon pengantin.

Materi yang disampikan pada saat kegiatan bimbingan sangat beragam yaitu mulai dari apa saja kesiapan calon pengantin sebelum menikah, kewajiban dan hak suami istri, dan juga sedikit materi terkait hubungan suami istri meliputi doa saat berhubungan, setelah berhubungan dan doa serta cara mandi wajibnya. Dengan begitu, calon pengantin akan lebih siap baik secara mental dan emosional, seperti yang dikatakan kepala penyuluh “calon pengantin harus siap mental dan siap secara emosional bukan hanya siap fisik dan finansial saja”, ujar pak solih.
Selama sesi bimbingan dihari selasa (15/4), para calon pengantin terlihat menyimak materi yang diberikan oleh penyuluh dengan seksama dan berpartisipasi aktif. Contohnya ketika calon pengantin bertanya. “Bagaimana jika suami memberikan ibunya uang tetapi istrinya merasa iri?” tanya calon pengantin.
Jadi di bimbingan pranikah ini, calon pengantin tidak hanya diberikan materi dan mendengarkan penjelasan penyuluh saja, tetapi calon pengantin juga diperbolehkan bertanya apabila ada hal yang belum jelas ataupun masalah agar bisa mendapatkan solusinya.
Kemudian, hari kamis (17/4) dilaksanakan bimbingan pranikah yang dihadiri 4 pasang calon pengantin. Pada hari kamis (17/4) kami mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghozali Cilacap yang terdiri dari Ayu Rofiqoh, Rezi Nur Fitriana, Teni Khusyaeni, dan Nisrina Noer Hasna diberikan kesempatan untuk mengisi bimbingan pranikah di KUA Adipala ini.
Dikesempatan kali ini, kami menyampaikan materi sesuai dengan apa yang telah pelajari saat perkuliahan, diantaranya yaitu manajemen kehidupan pernikahan (seperti pengertian pernikahan, tujuan pernikahan, manfaat pernikahan, hak dan kewajiban suami istri) dan manajemen nafkah (seperti pengertian nafkah, contoh nafkah, alasan wajib memberi nafkah, kemudian wanita yang tidak berhak menerima nafkah dan beberapa hal yang menggugurkan nafkah. Dan selama kegiatan bimbingan pranikah berlangsung, calon pengantinnya sangat berpartisipasi aktif.
Setelah kegiatan penyampaian materi selesai, sebelum menutup kegiatan bimbingan ini kami memberikan sedikit ice breaking pertanyaan cepat (Seperti “siapa yang mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu” dan lain-lain), yang dimana para calon pengantin diberikan pertanyaan oleh kami kemudian mereka menunjuk ke pasangan ataupun diri sendiri sebagai bentuk jawabannya.
Kemudian, kegiatan bimbingan pranikah ini langsung dilanjutkan oleh bapak penyuluh yaitu bapak Solih Anwar. Beliau menyampaikan materi tentang kesiapan calon pengantin sebelum menikah, kewajiban dan hak suami istri, dan materi terkait hubungan suami istri meliputi doa saat berhubungan, setelah berhubungan dan doa serta cara mandi wajibnya.
Seperti yang kita tahu bahwa Cilacap menjadi kota dimana angka perceraian tertinggi di Jawa tengah. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan pranikah ini dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam menekan angka perceraian khususnya di wilayah Cilacap yang saat ini memiliki angka perceraian tertinggi di Jawa Tengah.
Oleh: Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling
Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari














