Ciporos, Cilacap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Desa Ciporos Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap berkolaborasi dengan Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Desa Ciporos dalam mempersiapkan Pengajian Muslimat NU Se-Ranting yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026. Berbagai persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi kepanitiaan, penyusunan susunan acara (rundown), serta latihan rebana yang akan mengisi pembukaan acara.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua Ranting Muslimat NU Desa Ciporos, Ibu Siti Nur Shofah. Pertemuan tersebut membahas pembagian tugas panitia, alur pelaksanaan acara, hingga koordinasi teknis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib.
Dalam rapat tersebut, mahasiswa KKN turut mengambil bagian dalam kepanitiaan. Beberapa mahasiswa bertugas sebagai pembawa acara (MC) dan pembaca ayat suci Al-Qur’an (qiraah) bersama anggota Fatayat NU, sedangkan mahasiswa lainnya membantu pada bidang konsumsi dan dokumentasi. Selain itu, rapat juga membahas kegiatan rutin masyarakat, seperti yasinan ibu-ibu, pengajian Jumat sore, serta koordinasi agenda organisasi Fatayat NU.
Sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi, kelompok rebana Desa Ciporos secara rutin melaksanakan latihan untuk mempersiapkan penampilan pada pembukaan pengajian. Latihan tersebut diikuti oleh para anggota rebana dengan tujuan menyelaraskan kekompakan permainan alat musik, vokal, dan kesiapan penampilan. Selain menjadi bagian dari persiapan acara, kegiatan ini juga mencerminkan upaya pelestarian seni hadrah sebagai salah satu tradisi yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Menurut Ibu Siti Nur Shofah, proses persiapan menjadi tahapan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan yang melibatkan banyak pihak. “Persiapan yang dilakukan bersama ini merupakan bentuk tanggung jawab seluruh panitia agar pelaksanaan pengajian nanti dapat berjalan dengan tertib dan memberikan manfaat bagi jamaah. Kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN yang turut mendukung setiap proses persiapan,” ujarnya.
Perwakilan Mahasiswa KKN 06 Desa Ciporos menambahkan bahwa keterlibatan dalam proses persiapan pengajian merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan saat pelaksanaannya, tetapi juga melalui koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang dibangun sejak tahap persiapan,” ujarnya.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN 06 Desa Ciporos, Muslimat NU, Fatayat NU, dan masyarakat menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan Pengajian
Oleh : Tim Mahasiswa
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom














