Kesugihan, 13 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Semester 6 Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap melaksanakan kegiatan observasi lapangan di UMKM Surya Enjang (Kacang Abadi Group) yang berlokasi di Desa Muktisari, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan observasi lapangan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Analisis dan Perancangan Perusahaan yang diampu oleh Anisha Dian Iswahyuni, M.Sc. Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Annas Ihfanul Akbar, Indrias Putri Utami, Wafiq Azizah, Artike Fedra Lesmana, Muhamad Rayhan, dan Muhammad Adika Effendi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan, khususnya pada proses produksi dan pengelolaan usaha pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan diawali dengan penyampaian profil usaha oleh pemilik UMKM Surya Enjang, Bapak Suryanto. Dalam penyampaiannya, Bapak Suryanto menjelaskan bahwa UMKM Surya Enjang (Kacang Abadi Group) merupakan usaha keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1977 dan saat ini dikelola oleh generasi kedua. Beliau memaparkan perjalanan usaha yang telah berkembang selama puluhan tahun serta berbagai strategi yang dilakukan untuk menjaga kualitas produk dan mempertahankan kepercayaan konsumen.
Sebelum melakukan observasi ke area produksi, mahasiswa mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama Bapak Suryanto. Mahasiswa terlihat sangat antusias dalam mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses produksi, pengendalian kualitas, pengelolaan bahan baku, strategi pemasaran, hingga tantangan yang dihadapi UMKM dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Setelah sesi diskusi selesai, mahasiswa diajak untuk mengamati secara langsung proses produksi kacang sangrai yang menjadi produk unggulan UMKM Surya Enjang. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa dapat melihat berbagai tahapan produksi mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyangraian, hingga pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Saat kegiatan observasi berlangsung, Bapak Suryanto menjelaskan bahwa proses penyangraian kacang membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga mencapai tingkat kematangan yang optimal. Menurut beliau, proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan cita rasa, aroma, dan kualitas produk yang dihasilkan.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan ilmu Teknik Industri dalam dunia usaha, khususnya pada aspek sistem produksi, manajemen operasional, dan pengendalian kualitas. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa serta memperkuat keterkaitan antara teori perkuliahan dengan praktik di lapangan.
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom














