Cilacap – Senin, 18/05/2026. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan pendidikan modern, kemampuan menjadi pembelajar sejati menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi perubahan zaman. Tema inilah yang diangkat oleh RRI Purwokerto melalui program dialog inspiratif Pengarusutamaan Gender (PUG) bertajuk “Ibu Pembentuk Pembelajar Sejati” yang disiarkan langsung pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 10.05–11.00 WIB di Pro 1 RRI Purwokerto. Program ini menjadi ruang edukatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya membangun budaya belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga.
Dialog tersebut menghadirkan dua akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap atau UNUGHA Cilacap, yakni Dr. M. Khanif dan Erina Hastuti, M.Pd. Keduanya dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan, karakter, dan literasi keluarga. Acara dipandu dengan hangat dan komunikatif oleh host Desi Natalia sehingga suasana dialog terasa hidup dan dekat dengan pendengar dari berbagai kalangan.
Dalam pemaparannya, Dr. M. Khanif lebih menekankan pada hakikat seorang pembelajar sejati. Menurutnya, pembelajar sejati tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, tetapi juga dari karakter, rasa ingin tahu, semangat belajar sepanjang hayat, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi perubahan zaman dengan bijak. Ia menjelaskan bahwa di era modern saat ini, seseorang tidak cukup hanya mengandalkan ijazah atau nilai, tetapi harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Dr. M. Khanif juga menyampaikan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar dalam membangun karakter pembelajar pada anak. Budaya diskusi, keteladanan, kebiasaan membaca, dan komunikasi yang sehat di rumah menjadi faktor penting dalam membentuk pribadi yang aktif belajar serta mampu berpikir kritis dan kreatif. Menurutnya, pendidikan sejati dimulai dari kebiasaan kecil yang dibangun secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Erina Hastuti, M.Pd. secara lebih khusus membahas tentang peran ibu dalam mendampingi lahirnya pembelajar sejati di lingkungan keluarga. Ia menyoroti pentingnya menciptakan budaya belajar yang menyenangkan di rumah. Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah tumbuh menjadi pembelajar sejati apabila mendapatkan dukungan emosional, apresiasi, dan komunikasi yang sehat dari orang tua, khususnya ibu.

Ia menjelaskan bahwa seorang ibu bukan hanya berperan sebagai pendamping tumbuh kembang anak, tetapi juga sebagai figur utama yang membentuk pola pikir, kebiasaan, dan karakter belajar anak sejak usia dini. Di era modern saat ini, ibu dituntut tidak hanya mendampingi, tetapi juga mampu menjadi sahabat, motivator, sekaligus inspirasi bagi anak-anaknya.
Dialog berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan menarik seputar tantangan pengasuhan di era digital. Mulai dari pengaruh media sosial, penggunaan gawai pada anak, hingga pentingnya membangun kebiasaan literasi keluarga menjadi topik yang mendapat perhatian khusus. Para narasumber juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui keteladanan dan konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena menghadirkan pembahasan yang dekat dengan realitas kehidupan keluarga saat ini. Banyak pendengar merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan, terutama di tengah kekhawatiran terhadap menurunnya minat belajar dan meningkatnya ketergantungan anak pada teknologi digital.
Melalui siaran inspiratif tersebut, RRI Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya sebagai media publik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga edukasi yang membangun kualitas masyarakat. Program Pengarusutamaan Gender yang dihadirkan menjadi bukti bahwa isu perempuan, keluarga, dan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dengan terselenggaranya dialog “Ibu Pembentuk Pembelajar Sejati”, diharapkan semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pendidikan terbaik dimulai dari rumah. Budaya belajar yang kuat, dukungan keluarga, serta keteladanan orang tua menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Publish: Bag Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














