Cilacap – Selasa (12/5/2026), Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan PKK di Balai Desa Buntu, Kecamatan Kroya. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nonfisik TMMD Sengkuyung II Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat peran kader PKK dalam pembangunan masyarakat desa.

Pelatihan menghadirkan Ketua LP2M UNUGHA Cilacap, Fahrur Rozi, M.Hum sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pembangunan desa. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting agar mampu menjawab tantangan sosial yang terus berkembang, seperti pencegahan stunting hingga digitalisasi administrasi desa.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BAPPEDA Kabupaten Cilacap yang diwakili oleh kepala bidang Riset dan Inovasi Daerah, ibu Tri Komala Dewi, S.STP., M.Si. sebelumnya diawali sambutan Kepala Desa Buntu. Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi paparan materi, diskusi, dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan pemberdayaan keluarga di tingkat desa.

Dalam materi yang disampaikan, kader PKK didorong untuk memiliki pola pikir baru sebagai penggerak pembangunan desa, bukan sekadar pelengkap kegiatan sosial. Penguatan kapasitas SDM meliputi peningkatan pengetahuan tentang 10 Program Pokok PKK, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, hingga kemampuan mengelola administrasi secara profesional dan berbasis digital.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital dalam mendukung program PKK. Pemanfaatan aplikasi pelaporan, media sosial, hingga pengembangan produk lokal melalui pemasaran digital menjadi salah satu fokus utama agar kader mampu mengikuti perkembangan zaman dan memperkuat ekonomi keluarga melalui program UP2K.

Materi pelatihan turut menyoroti peran strategis PKK dalam penanganan stunting. Kader diharapkan mampu menjadi pendamping bagi ibu hamil dan ibu balita melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pendataan keluarga yang akurat agar bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

Tidak hanya penguatan individu kader, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kelembagaan PKK yang solid dan profesional. Tertib administrasi, kerja sama antar Pokja, serta sinergi dengan program pembangunan desa menjadi kunci dalam menciptakan organisasi PKK yang responsif, inovatif, dan mandiri dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat. selanjutnya dilakukan foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.

Oleh: Fahrur Rozi, M.Hum
Publish: Bag Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom