Cilacap – Minggu, 01 Juni 2025 lalu, Salah satu anggota Pendidiri Kampus IAIIG/UNUGHA Cilacap wafat. beliau salah satu ulama kharismatik dan juga sebagai pengasuh Majelis Khidmah Asmaul Husna (MKAH) Tombo Ati, KH Mukhlisudin Affandi, wafat pada Minggu malam, 1 Juni 2025, tepat pukul 20.36 WIB. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Pesan duka pertama kali tersebar melalui grup WhatsApp keluarga, sebelum kemudian cepat menyebar ke berbagai grup lainnya. Pesan tersebut berbunyi:
“Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Ngaturi pirso innailaihi wainnailaihi rooji’un, sampun kondur ngarsanipun Allah SWT, Simbah kawulo Mbah KH. Mukhlisudin Affandi Kesugihan, Ketua MKAH TOMBO ATI Cilacap, antawis jam 20.36. Mugi-mugi Husnul Khotimah. Informasi pemakaman menyusul.”
Menurut konfirmasi keluarga, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Klinik Darussyifa Slarang, Kecamatan Kesugihan. Sebelumnya, beliau dikabarkan tak sadarkan diri dan sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun Allah berkehendak lain.
Ketua PAC Fatayat NU Maos, Asmaun Ni’mah, yang juga cucu keponakan almarhum, menyampaikan, “Sebelumnya tidak ada sakit. Kami dikabari sekitar pukul 20.30 bahwa beliau tak sadarkan diri. Lalu pada 20.36 diumumkan bahwa beliau telah wafat.”
Perjalanan Hidup dan Kiprah Sang Kiai
KH Mukhlisudin Affandi lahir di Cilacap pada 24 Juli 1959. Pendidikan dasarnya ia tempuh di MI Ya BAKII 02 Kesugihan dan melanjutkan ke SMP Ya BAKII 01 Kesugihan. Setelah itu, beliau menimba ilmu di MAN Bahrul ‘Ulum Jombang, sebuah lembaga pendidikan ternama di lingkungan pesantren.
Selain dikenal sebagai tokoh agama, almarhum juga tercatat sebagai pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap sampai dengan tahun 2024 lalu. Beliau juga aktif sebagai Wakil Ketua di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Cilacap.
Pada tahun 2016, beliau merintis Majelis Khidmah Asmaul Husna (MKAH) Tombo Ati di Cilacap, sebuah wadah dzikir dan doa yang tumbuh menjadi gerakan spiritual besar. Majelis ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari petani, ASN, hingga anggota TNI dan Polri, dengan jumlah jamaah bisa mencapai 20.000 hingga 30.000 orang.
KH Mukhlisudin Afandi adalah seorang Dai kondang di Cilacap dan sekitarnya, Ceramah-ceramahnya selalu menyentuh hati. Dengan gaya bicara yang sederhana namun sarat makna, KH Mukhlisudin senantiasa mengajak umat untuk mendekat kepada Allah SWT melalui dzikir dan doa Asmaul Husna. Ia sering mengingatkan bahwa membaca Asmaul Husna bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan bentuk mujahadah untuk meraih ampunan dan kasih sayang-Nya.
“Dengan bermujahadah melantunkan doa, dzikir Asmaul Husna adalah salah satu ihtiar untuk taqarrub ilallah. Semoga dengan itu, dosa kita diampuni oleh-Nya,” ujar beliau dalam salah satu ceramahnya.
Kini, sosok bersahaja yang menjadi panutan ribuan jamaah itu telah tiada. Namun, warisan spiritual dan majelis yang beliau rintis akan terus menginspirasi generasi setelahnya.
Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari














