BANYUMAS — Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) internal Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Kasembadan, Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB di Sekretariat KWT Mugi Kasembadan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program hibah PKM skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang memperoleh pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026. Program pengabdian ini berorientasi pada penerapan teknologi greenhouse sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat pemasaran komoditas melon.
Kegiatan monev menghadirkan Prof. Dr. Eng. Ir. Imam Tahyudin, S.Si., M.Kom., M.M., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto, serta Dr. Umi Zulfa, M.Pd., Direktur Pascasarjana UNUGHA Cilacap, yang bertugas sebagai reviewer dalam kegiatan evaluasi tersebut.
Turut mengikuti kegiatan ini, Kepala LP2M UNUGHA Cilacap Fahrurrozie, M.Hum., Kepala Pusat Pengabdian Dr. A. Adibudin Halim, M.Pd.I., Kepala Pusat Penelitian M. Ridwan, M.Sos., tim pelaksana kegiatan, mahasiswa, pemerintah desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta jajaran pengurus dan anggota KWT Mugi Kasembadan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pelaksana Christian Soolany, M.Si. mempresentasikan perkembangan pelaksanaan program PKM. Selanjutnya, kedua reviewer memberikan masukan, penajaman, dan evaluasi terhadap berbagai aspek program berdasarkan indikator monitoring dan evaluasi yang telah ditetapkan.
Adapun aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi meliputi pelaksanaan program, hasil penerapan teknologi, produk yang dihasilkan melalui intervensi program, keterlibatan mahasiswa, hingga berbagai luaran yang dihasilkan.
Para reviewer memberikan apresiasi terhadap perkembangan program, terutama dalam penerapan teknologi greenhouse dan Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut telah mulai dioperasikan oleh anggota KWT dengan memanfaatkan telepon seluler, sehingga diharapkan mampu mendukung pengelolaan budidaya melon secara lebih efektif dan modern.
Penerapan teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan serta menjadi salah satu contoh pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi bagi kelompok wanita tani maupun desa lainnya. Setelah sesi evaluasi selesai, para reviewer bersama tim pelaksana dan mitra melakukan peninjauan langsung ke lokasi greenhouse untuk melihat secara langsung penerapan teknologi yang telah dikembangkan.
Berbagai luaran program juga telah berhasil diwujudkan, di antaranya HKI Hak Cipta Desain Sistem Rak Greenhouse, Nomor Induk Berusaha (NIB) KWT Mugi Kasembadan, aplikasi presensi, aplikasi penjualan, sistem IoT greenhouse, video dokumentasi kegiatan, poster, publikasi media online, serta dokumen peningkatan level keberdayaan mitra.
Ke depan, program PKM ini akan memasuki salah satu tahapan penting, yakni panen perdana melon Golden yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026. Saat ini, tanaman melon yang dibudidayakan telah memasuki usia sekitar 70 hari dan terus mendapatkan pendampingan dalam proses budidayanya.

Melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini, UNUGHA Cilacap berharap penerapan teknologi greenhouse dan IoT tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi melon, tetapi juga memperkuat kapasitas KWT Mugi Kasembadan dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan pemasaran produk secara mandiri dan berkelanjutan.
Oleh : Tim Humas
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom














