Cilacap, 3 Agustus 2026 – UNUGHA Cilacap melalui Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Universitas Al-Ghazali Cilacap melaksanakan kegiatan wawancara dan observasi lapangan terkait proses pembuatan tikar pandan khas Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendokumentasian potensi lokal sekaligus pelestarian kerajinan tradisional yang telah menjadi identitas masyarakat Desa Pesahangan secara turun-temurun.

Kegiatan wawancara dilakukan bersama dua pelaku usaha anyaman pandan, yakni Ibu Darsiti dan Bapak Mahfud, yang telah memiliki pengalaman dalam memproduksi tikar pandan sebagai salah satu produk unggulan desa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai tahapan produksi, teknik pengolahan bahan baku, hingga nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan tikar pandan.

Berdasarkan hasil observasi, proses produksi diawali dengan pemanenan daun pandan yang telah memenuhi kriteria sebagai bahan baku. Daun yang telah dipanen kemudian memasuki tahap suakan, yaitu proses memisahkan helaian daun dari durinya untuk memudahkan proses pengolahan sekaligus meningkatkan keamanan kerja.

Tahapan selanjutnya adalah maud, yaitu proses menghaluskan permukaan daun sekaligus mengurangi kadar air awal pada serat pandan agar menghasilkan tekstur yang lebih lentur dan berkualitas. Setelah itu, daun pandan direbus selama kurang lebih 30 menit untuk meningkatkan kualitas serat serta membantu mempertahankan daya tahan bahan terhadap proses pengolahan berikutnya.

Daun yang telah direbus kemudian direndam selama satu hari dua malam guna memperoleh karakter serat yang lebih baik sebelum memasuki tahap pengeringan. Selanjutnya, daun dijemur di bawah sinar matahari selama dua hari hingga mencapai tingkat kekeringan yang optimal. Setelah seluruh tahapan pengolahan selesai, daun pandan siap dianyam menjadi tikar yang memiliki nilai fungsional sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya mendokumentasikan proses produksi secara sistematis, tetapi juga berupaya menggali pengetahuan lokal (local wisdom) yang dimiliki masyarakat Desa Pesahangan. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi, referensi pengembangan potensi desa, serta sarana promosi kerajinan anyaman pandan kepada masyarakat yang lebih luas.

Koordinator KKN Kelompok 20 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal, diharapkan potensi kerajinan khas Desa Pesahangan dapat terus dilestarikan, dikembangkan, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat berbasis kearifan lokal.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari Ibu Darsiti dan Bapak Mahfud. Mahasiswa KKN berharap hasil dokumentasi ini dapat menjadi arsip pengetahuan yang bermanfaat sekaligus memperkuat eksistensi tikar pandan sebagai salah satu produk unggulan Desa Pesahangan yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan sejarah bagi masyarakat setempat.

Oleh : Tim Mahasiswa
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom