SALEBU, 27 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap melaksanakan kegiatan pemetaan kebutuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Salebu sebagai langkah awal dalam menyusun program kerja bidang ekonomi kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi serta kebutuhan riil pelaku usaha sehingga program pendampingan yang akan dilaksanakan selama KKN dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi bersama pemerintah Desa Salebu, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah UMKM yang menjadi potensi unggulan desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh Kepala Dusun Karanggedang, Heru Agung, dan Kepala Dusun Cigadung, Amin Yusnadi. Kehadiran perangkat desa menjadi wujud dukungan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM.

Pada kegiatan ini, mahasiswa mengunjungi empat UMKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan, yaitu Pak Kholid Asli yang memproduksi lanting bulat, Mekar Sari yang memproduksi lanting dan keripik singkong, Iqbal Bolen sebagai produsen bolen, serta Dapoer Aleefa yang memproduksi aneka jajanan pasar. Kunjungan dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses produksi, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh masing-masing pelaku usaha.

Selain melakukan observasi, mahasiswa juga berdialog secara langsung dengan para pelaku UMKM untuk menggali berbagai informasi mengenai kebutuhan pengembangan usaha. Diskusi mencakup aspek legalitas usaha, khususnya kepemilikan Sertifikat Halal, pengembangan kemasan dan identitas produk, strategi pemasaran digital, hingga peluang inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal. Melalui pendekatan partisipatif ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi aktual UMKM di Desa Salebu.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa setiap pelaku UMKM memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa pelaku usaha menyampaikan bahwa desain kemasan yang digunakan saat ini telah sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga belum memerlukan perubahan. Sementara itu, pelaku usaha lainnya masih membutuhkan pendampingan dalam penguatan identitas produk, pemasaran berbasis digital, maupun pengembangan aspek legalitas usaha. Temuan tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk merancang program kerja yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik masing-masing UMKM.

Koordinator bidang ekonomi kreatif KKN Kelompok 13 menyampaikan bahwa pemetaan kebutuhan merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan program pendampingan. Dengan memahami kondisi riil di lapangan, mahasiswa dapat menyusun kegiatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan usaha mikro secara berkelanjutan.

Kegiatan pemetaan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN UNUGHA Cilacap Kelompok 13 yang terdiri atas Ilham Nur Faiz, Kholifah Fijayanti, Nina Saputri, Ahmad Naufal Setiadi, Wifa Yatul Amani, Mohammad Lutfadil, Maula Rifai Al Balia, Abdul Qohhar, Yuni Asti Setia, Wafiq Nur Azizah, Amira Sofyatun Al Ihsani, Dimas Aji Pangestu, Ana Iktifaus Sakhiya, Zulfaturizqiyah, dan Nia Amelia. Seluruh mahasiswa berperan aktif dalam proses observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai bagian dari penyusunan program kerja yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNUGHA Cilacap tidak hanya memperoleh data mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, tetapi juga membangun komunikasi serta hubungan kemitraan yang baik dengan masyarakat Desa Salebu. Hasil pemetaan akan menjadi acuan dalam pelaksanaan berbagai program pendampingan ekonomi kreatif selama masa KKN, sehingga setiap kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Ke depan, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan para pelaku UMKM diharapkan dapat terus terjalin, tidak hanya selama pelaksanaan KKN, tetapi juga sebagai awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Melalui pendampingan yang berbasis kebutuhan, penguatan legalitas usaha, peningkatan kualitas kemasan dan pemasaran digital, serta pengembangan inovasi produk, UMKM Desa Salebu diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang memberikan dampak positif bagi pembangunan desa dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Oleh : Tim Mahasiswa
Publish : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, S.Kom