Cilacap, UNUGHA News – Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap turut berkontribusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan “Bimbingan Teknis Life Skill bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba di Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.” Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini dimulai dari tanggal 17 sampai 19 Juni 2026 merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melalui bidang pemberdayaan masyarakat, bekerja sama dengan BUMDes Sumber Kahuripan Desa Kuripan, Pemerintah Desa Kuripan, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cilacap. Program ini menyasar masyarakat Desa Kuripan sebagai bentuk penguatan kapasitas, peningkatan keterampilan, serta penciptaan aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka dan dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan Alternatif (Dayatif) di bawah Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan usaha produktif sebagai salah satu strategi dalam membangun lingkungan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya. Program Life Skill ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada masyarakat, salah satunya melalui pelatihan budidaya ayam petelur yang diharapkan mampu menjadi peluang usaha baru bagi warga Desa Kuripan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rahmat Alhakim, S.Pt.,M.E selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UNUGHA Cilacap turut terlibat sebagai narasumber dengan memberikan materi terkait aspek ekonomi dan kewirausahaan usaha ayam petelur. Materi yang diberikan meliputi prospek usaha, analisis kelayakan usaha, pengelolaan biaya produksi, strategi pengembangan usaha, serta penyusunan perencanaan bisnis berbasis potensi lokal. Dalam pemaparannya, Rahmat Alhakim menjelaskan bahwa budidaya ayam petelur memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan karena telur merupakan kebutuhan pangan masyarakat yang memiliki permintaan relatif stabil. “Pengembangan usaha ayam petelur tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola usaha secara ekonomis, menghitung biaya, memperluas pasar, dan menjaga keberlanjutan usaha. Inilah pentingnya pendekatan ekonomi dalam pengembangan peternakan masyarakat,” jelasnya.

Selain materi kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai manajemen kandang, pemilihan bibit ayam petelur, manajemen pakan dan nutrisi, kesehatan ternak, produksi telur, penanganan pascapanen, serta praktik pembuatan pakan alternatif menggunakan bahan lokal seperti jagung, dedak, bungkil kedelai, tepung ikan, dan mineral. Sesi praktik pembuatan pakan alternatif menjadi salah satu kegiatan utama karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk menyusun formulasi pakan yang lebih efisien. Peserta diberikan pemahaman bahwa pengelolaan pakan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas ayam sekaligus menekan biaya usaha.
Perwakilan BNN menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan alternatif bagi masyarakat di kawasan rawan narkoba dengan mengedepankan pendekatan ekonomi, keterampilan, dan penguatan potensi masyarakat. Pemerintah Desa Kuripan dan BUMDes Sumber Kahuripan juga memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan kolaboratif ini. Sinergi antara BNN, pemerintah desa, lembaga zakat, BUMDes, dan perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Keterlibatan UNUGHA Cilacap dalam kegiatan ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, UNUGHA terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Kuripan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha budidaya ayam petelur secara mandiri sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga serta mendukung terciptanya desa yang produktif dan berdaya.
Oleh : Tim Humas
Publis : Bag Humas dan Publikasi
Editor : Bangkit Jauhari, Skom














