CILACAP – Guna meningkatkan kualitas pendidik anak usia dini, Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Kerja Sama sukses menggelar kegiatan “Penguatan dan Pendampingan Kompetensi Guru TK Kabupaten Cilacap” pada Sabtu (23/05/2026). Bertempat di Aula FKI Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA), acara ini mengusung tema “Inovasi Guru PAUD: Merancang Pembelajaran Sains Berakar Kearifan Lokal”. Sinergi besar ini melibatkan empat instansi sekaligus, yaitu Departemen PAUD FIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prodi PIAUD FKIP UNUGHA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, serta IGTKI Kabupaten Cilacap. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA) sebagai komitmen bersama dalam mendorong mutu pendidikan serta membuka peluang studi lanjut (S-1 dan S-2) bagi para guru PAUD di Cilacap.


Rangkaian acara diawali dengan sesi sambutan hangat dari Dekan FKIP UNUGHA, Ibu Dr. Khulaimata Zalfa, M.Pd., yang mengapresiasi keberlanjutan sinergi antar-perguruan tinggi ini. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Dinas P&K Kabupaten Cilacap, Bapak Paiman, S.Ag., M.Pd.. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya guru PAUD sebagai fondasi emas tumbuh kembang anak. Beliau juga mengkritik penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) konvensional yang monoton, serta memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan beralih ke metode pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Senada dengan hal tersebut, tim dosen PAUD UNY turut memaparkan anomali tantangan profesi guru saat ini sekaligus menawarkan program beasiswa kemitraan sebagai solusinya.

Memasuki agenda inti, alur kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi komprehensif oleh Tim PPM PAUD UNY. Para peserta dibekali tiga materi krusial: perancangan sains kognitif usia dini yang kontekstual, integrasi budaya lokal (seperti tradisi Sedekah Laut dan kesenian Ebeg), serta hak asesmen formatif sebagai navigasi tumbuh kembang anak. Menariknya, materi asesmen juga mengupas tuntas fleksibilitas guru dalam menyusun indikator capaian serta strategi adaptasi pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar pendidikan inklusif dapat berjalan optimal di kelas.

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, seluruh delegasi guru diajak terlibat aktif dalam sesi praktik (microteaching). Peserta berhasil merancang skenario sains berbasis digital via QR Code. Pada sesi simulasi mengajar, pewrakilan peserta mempraktikkan eksperimen nyata berupa mitigasi bencana tanah longsor menggunakan media gundukan tanah dan rumah-rumahan. Praktik ini membuktikan bahwa konsep sains yang mendalam (deep learning) dapat diajarkan secara konkret tanpa bersandar pada lembar tugas kertas. Setelah melalui evaluasi akhir (post-test), seluruh rangkaian acara resmi ditutup oleh Dekan FKIP UNUGHA bersama jajaran pimpinan tim PPM dan IGTKI Kabupaten Cilacap.
Oleh: Inayatul Lathifah, M.Pd
Publish: Bag Humas dan Publikasi
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














