Dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri siswa, UNUGHA Cilacap bekerja sama dengan Pondok Pesantren Bahasa ALFAZ sukses menyelenggarakan Ghazali English Contest 2025 pada 14 November 2025. Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para peserta muda berbakat dari berbagai sekolah untuk menampilkan kemampuan public speaking, pronunciation, serta kreativitas dalam penyampaian ide. Atmosfer kompetisi terasa sangat antusias dan penuh semangat sejak awal acara.
Kompetisi ini terbagi menjadi dua divisi, yaitu Divisi I dan Divisi II, dengan penilaian berdasarkan tiga kategori utama, yaitu Content, Appearance & Confidence, serta Pronunciation & Fluency. Form penilaian juri menunjukkan skor yang ketat antar peserta, menandakan kompetisi berlangsung secara kompetitif. Para juri memberikan perhatian khusus pada kemampuan penyampaian ide, kejelasan struktur bahasa, hingga ekspresi dan gestur di atas panggung. Adapun Juri dalam Lomba ini adalah (1). Mr. Iljam, (2). Mr. Dian Permana, (3). Mrs. Erina dan (4). Mrs. Shifa.
Berdasarkan hasil penilaian juri, Divisi I menempatkan Nadya Nur Amalina sebagai peraih nilai tertinggi dengan total 104 poin, disusul oleh Suci Almukaromah (103 poin) serta Shodiqotun Ghorro di posisi ketiga. Sementara itu, peserta lain seperti Syifa Nailalumna dan Fatih juga menunjukkan performa yang baik dan mendapatkan apresiasi dari para juri atas keberanian serta kemampuan improvisasi mereka.
Di Divisi II, kemenangan diraih oleh Laely Kinyatul K. dengan total skor 103 poin, menempatkannya sebagai juara pertama yang berhak menerima sertifikat prestisius Certificate of Award dari panitia. Peserta lain seperti Robit, Ahmad Mundzir, serta Faiqotun Nisa juga mencatatkan performa meyakinkan dan berhasil masuk dalam daftar peserta terbaik berdasarkan hasil penjurian akhir.
Ketua LPTB UNUGHA, KH. Ahmad Shoim El-Amin, LC., MH, serta Direktur ALFAZ, Dr. M. Khanif, M.Pd., secara resmi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para pemenang. Sertifikat tersebut menjadi simbol apresiasi atas kerja keras dan kepercayaan diri peserta dalam berkompetisi. Desain sertifikat yang elegan dan profesional semakin menambah kebanggaan penerima penghargaan.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga wadah pembinaan mental courage, kemampuan berpikir kritis, serta pembiasaan komunikasi bahasa Inggris di lingkungan akademik. Harapannya, para peserta dapat mengembangkan potensi mereka lebih jauh melalui pendampingan dan latihan berkelanjutan.
Para juri menekankan pentingnya pelatihan rutin dan pembiasaan berbicara dalam bahasa Inggris sejak dini. Menurut mereka, bahasa harus digunakan, bukan hanya dipelajari. Oleh karena itu, kompetisi ini dianggap sebagai langkah strategis UNUGHA dan ALFAZ dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap tantangan zaman, terutama di era globalisasi dan teknologi.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pengumuman resmi pemenang, serta harapan agar Ghazali English Contest dapat menjadi agenda tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya. Para peserta pulang dengan kebanggaan dan motivasi baru, serta semangat untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Ajang ini membuktikan bahwa keberanian tampil dan kepercayaan diri mampu membuka pintu menuju prestasi yang lebih besar.

Oleh: Eri Nur Shofi, S.H., M.A.
Publish: Humas dan Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














