Cilacap, 26 Oktober 2025 — Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap melaksanakan kegiatan Pelatihan Inovasi Olahan Produk dari Tepung Jagung bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanasri, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, pada Minggu (26/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan masyarakat yang diketuai oleh Anisha Dian Iswahyuni, S.T., M.Sc., dosen UNUGHA Cilacap, dengan anggota Rustina Dewi Werdiarsih, S.E., M.M. dari STIE Muhammadiyah Cilacap, serta Faturrohman, S.T., M.T. dari UNUGHA Cilacap. Program ini merupakan implementasi dari Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diterima UNUGHA dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kelompok wanita tani Wanasri merupakan kelompok ibu-ibu pengolah lahan jagung milik Perhutani yang berada di Desa Jeruklegi Wetan. Kecamatan Jeruklegi sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jagung terbesar di Kabupaten Cilacap, dengan luas lahan mencapai sekitar 1244 hektare.
Ketua tim pengabdian, Anisha Dian Iswahyuni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya berupa pemberian mesin penepung jagung sebagai bentuk teknologi tepat guna.
“Diharapkan setelah mendapatkan mesin penepung, anggota KWT dapat berinovasi mengolah tepung jagung menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa dipasarkan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Jeruklegi Wetan, Rini Astutii, yang turut hadir dalam acara tersebut.
“Pemerintah desa sangat senang dan berterima kasih atas pendampingan dari pihak perguruan tinggi. Program seperti ini membantu masyarakat agar lebih produktif, meningkatkan keterampilan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga. Desa sangat mendukung kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan peralatan produksi berupa kompor, wajan, mesin pencetak tortilla dan macorn, serta kemasan packing. Peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan tortilla dan macorn (makaroni jagung), yaitu camilan berbahan dasar jagung dengan bentuk unik yang diharapkan mampu bersaing di pasaran.

Produk olahan tersebut menjadi salah satu inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh KWT Wanasri sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas jagung lokal.
Melalui program PKM ini, UNUGHA Cilacap berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, agar lebih mandiri dan berdaya saing. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembanhan. Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025.
Oleh: Anisha Dian Iswahyuni, S.T., M.Sc.,
Publish: Humas dan Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari, S.Kom














