Cilacap – Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaimana dan Yayasan Karya Bhakti Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung di ruang Workshop kampus UNUGHA Cilacap pada Kamis (12/9) itu dirangkaikan dengan acara penyambutan 25 mahasiswa baru asal Papua Barat yang memilih UNUGHA sebagai tempat untuk melanjutkan studi mereka.

MoU ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan bukti nyata keseriusan UNUGHA Cilacap dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berorientasi pada rahmatan lil alamin. Kehadiran mahasiswa baru asal Papua Barat di kampus ini menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi untuk daerah asal mereka.

Acara penandatanganan MoU berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para mahasiswa Papua tampak hadir mengenakan atribut budaya khas daerah mereka, menambah semarak suasana serta memperlihatkan keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan akademik mereka di UNUGHA Cilacap dengan semangat baru untuk menimba ilmu, membangun kapasitas diri, serta menyiapkan masa depan Papua yang lebih baik melalui jalur pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan UNUGHA Cilacap, mulai dari Ketua BPP UNUGHA Cilacap, Wakil Rektor I, II, dan III, para dekan fakultas, ketua program studi, serta dosen di lingkungan kampus. Dari pihak Papua Barat, hadir Ketua MUI Papua Barat, Ketua Yayasan Karya Bhakti Sosial Papua Barat beserta tim pendamping. Mereka datang untuk mendukung dan mengantarkan para mahasiswa yang siap memulai kehidupan akademik di Cilacap.

Dalam sambutannya, Ketua BPP UNUGHA Cilacap, KH. Lubbul Umam, M.E, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan masyarakat Papua Barat yang telah memilih UNUGHA sebagai tempat putra-putri terbaiknya melanjutkan studi. Ia menegaskan bahwa UNUGHA tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter, keislaman, dan kebangsaan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Papua menjadi wujud nyata semangat persaudaraan antar daerah dan bukti bahwa pendidikan tinggi harus terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang asal-usul budaya.

Sementara itu, perwakilan Papua Barat yang diwakili oleh Sekretaris MUI Papua Barat, Nurul Huda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada UNUGHA Cilacap. Ia berharap kerja sama yang terjalin ini terus berlanjut dalam bentuk sinergi nyata di bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan generasi muda Papua. Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama pembangunan Papua, dan kehadiran mahasiswa di UNUGHA merupakan langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah.

Suasana penyambutan berlangsung penuh kekeluargaan. Mahasiswa baru asal Papua Barat merasa diterima dengan hangat oleh civitas akademika UNUGHA Cilacap. Dengan semangat tinggi, mereka berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh serta beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperkaya keberagaman di UNUGHA, tetapi juga memperkuat persaudaraan antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua BPP UNUGHA menutup acara dengan harapan besar agar kerja sama ini terus berkembang. “Semoga tahun depan jumlah mahasiswa dari Papua semakin bertambah, sehingga semakin banyak putra-putri Papua yang dapat menempuh pendidikan tinggi bersama UNUGHA Cilacap,” ungkapnya. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, sekaligus simbol persatuan dan optimisme menatap masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif.





Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Arief Septyady