Cilacap – Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap melalui Pusat Studi Gender mengambil langkah tegas dalam mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan nyaman. Hal ini diwujudkan melalui sosialisasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, yang dilaksanakan selama bulan Juli hingga Agustus 2025.

Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Hanifah Muyasaroh, S.Ag., M.Si., selaku Kepala Pusat Studi Gender UNUGHA. Dalam pelaksanaannya, sosialisasi ini menyasar lima fakultas di UNUGHA Cilacap, dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai peserta aktif. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Hanifah Muyasaroh menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya tugas pimpinan kampus, tetapi juga seluruh sivitas akademika. “Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Dengan memahami mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan inklusif,” tegasnya.

Materi sosialisasi mencakup jenis-jenis kekerasan yang kerap terjadi di kampus, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga kekerasan seksual dan perundungan daring. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pelaporan dan tindak lanjut penanganan kasus sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Hal ini diharapkan mampu membangun mekanisme perlindungan yang efektif di UNUGHA Cilacap.

Sesi sosialisasi tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga diwarnai dengan diskusi interaktif dan studi kasus, sehingga peserta dapat memahami realitas dan tantangan pencegahan kekerasan di dunia kampus. Banyak pertanyaan muncul seputar strategi pelibatan mahasiswa sebagai agen pencegahan dan cara kampus menindaklanjuti laporan secara cepat dan tepat.

Pusat Studi Gender UNUGHA menegaskan bahwa langkah sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang kampus dalam menegakkan kebijakan nasional serta membangun budaya akademik yang berkarakter. Program ini juga selaras dengan visi UNUGHA untuk mencetak lulusan berintegritas, peduli sosial, dan berakhlak mulia.

progres kgaiatan ini, bahwa sudah 4 fakultas yang dilakukan atau diberikan sosiolisasi yakni;
Fakultas Teknik Industri, Kamis, 24 Juli 2025, Ruang Workshop,
Fakultas Keagamaan Islam, Senin, 28 Juli 2025, Ruang Workshop,
Fakultas Ekonomi, Sabtu, 02 Agustus 2025, Ruang Workshop,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kamis, 31 Juli 2025, Ruang Workshop
dan pada sabtu depan akan dilakasakan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Komputer (FMIKOM).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, nantinya diharapkan seluruh fakultas di UNUGHA Cilacap mampu menginternalisasi nilai-nilai pencegahan kekerasan dalam setiap aktivitas akademik maupun non-akademik. Hanifah Muyasaroh juga mendorong setiap unit di kampus untuk aktif membangun jejaring pencegahan kekerasan agar tercipta sistem yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, melalui rangkaian sosialisasi yang digelar sepanjang Juli hingga Agustus 2025 ini, UNUGHA Cilacap bertekad menjadi kampus bebas kekerasan, inklusif, dan membahagiakan bagi seluruh warganya. Langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi perguruan tinggi lain dalam menegakkan budaya akademik yang sehat, humanis, dan berkeadilan.



Publish: Humas & Publikasi UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari