Semarang, 5-6 Feb 2025 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI menggelar asistensi penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai upaya meningkatkan kualitas proposal yang diajukan oleh mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri ahli, yaitu Dr. Rindra Yusnianto, S.Kom., M.T., dan Dr. Tri Wikaningrum, S.E., M.Si., yang memberikan berbagai strategi dan tips kepada peserta. peserta dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dari Kampus swasta di bawah LLDIKTI Wilayah VI dan salah satunya adalah mahasiswa UNUGHA Cilacap yang dalam hal ini diwakili oleh Happy Ayu Puspa Sari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Program Studi Teknik Kimia.

Menggali dan Mengembangkan Ide Kreatif
Pemateri pertama, Dr. Rindra Yusnianto, S.Kom., M.T., menjelaskan pentingnya kreativitas dalam penyusunan proposal PKM. Menurutnya, kreativitas terbagi menjadi tiga aspek utama, yaitu kognitif (pikiran), afektif (perasaan), dan psikomotorik (keterampilan). Mahasiswa didorong untuk menggali ide sebanyak mungkin dengan metode Nonton – Niteni – Niru (ATM: Amati, Tiru, Modifikasi), serta melakukan survei lapangan dan membaca referensi terbaru.
“Ide bisa datang kapan saja, bahkan dari hal-hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat melihat sungai yang tercemar, kita bisa mengembangkan solusi inovatif terkait permasalahan tersebut,” ujar Dr. Rindra.
Dalam menentukan ide proposal, mahasiswa disarankan untuk memperhatikan potensi lokal, isu lingkungan, energi terbarukan, serta tren yang sedang berkembang seperti pangan, kesehatan, dan transportasi. Ide yang diajukan harus unik, memiliki nilai inovatif, dan memberikan manfaat yang jelas.
Strategi Penulisan Proposal yang Efektif
Pada sesi berikutnya, Dr. Tri Wikaningrum, S.E., M.Si., membahas aspek teknis penyusunan proposal. Ia menekankan pentingnya kesesuaian dokumen dengan panduan yang telah ditetapkan. Format proposal harus sesuai sistematika, dan kelengkapan administrasi, seperti tanda tangan serta surat pernyataan mitra, harus diperhatikan.
“Kualitas substansi proposal sangat berpengaruh pada peluang lolos seleksi. Kreativitas dan manfaat dari ide yang diajukan harus sudah terlihat sejak Bab I proposal,” jelas Dr. Tri.
Selain itu, beliau menyoroti pentingnya penulisan pustaka dengan format Harvard Style serta pemanfaatan data yang valid dalam proposal. Mahasiswa juga dianjurkan untuk mengikuti seleksi tingkat universitas sebelum mengunggah proposal ke sistem nasional.
Kategori PKM dan Tips Lolos Seleksi
Dalam asistensi ini, mahasiswa diberikan wawasan terkait berbagai kategori PKM, seperti PKM-KI untuk produk jadi, PKM-PI untuk produk dengan mitra bisnis, dan PKM-KC untuk produk prototipe. Beberapa tips yang diberikan agar proposal dapat lolos seleksi antara lain:
-Menggunakan judul yang jelas dan menarik, boleh mencantumkan nama produk/alat.
-Tidak menggunakan singkatan yang tidak berarti.
-Menonjolkan keunggulan produk dibandingkan dengan yang sudah ada di pasaran.
-Memastikan kesinambungan antara Bab II dan Bab III dalam proposal.
Dorongan untuk Berinovasi
Dr. Tri menambahkan bahwa mahasiswa sebaiknya menemukan ide terlebih dahulu sebelum membentuk tim, serta menghindari membuat proposal dalam bidang yang sama dengan program studi mereka. Selain itu, proposal PKM harus berbasis IPTEK, memiliki peluang pasar, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
“PKM bukan sekadar penelitian, tetapi lebih kepada implementasi dan inovasi. Oleh karena itu, mahasiswa harus lebih berfokus pada pengembangan produk yang memiliki nilai tambah,” pungkasnya.
Dengan adanya asistensi ini, diharapkan mahasiswa di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI dapat meningkatkan kualitas proposal PKM mereka dan berpeluang lebih besar untuk lolos hingga tingkat nasional, termasuk PIMNAS.
Oleh: Humas UNUGHA Cilacap
Editor: Bangkit Jauhari














