UNUGHA Cilacap mengembangkan Media pembelajaran IPA Interaktif untuk SD

UNUGHA Cilacap mengembangkan Media pembelajaran IPA Interaktif untuk SD

Kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah menghendaki guru memiliki kemampuan dalam pengelolaan siswa agar memiliki kompetensi dasar yang jumlahnya cukup banyak. Ketersediaan media pembelajaran, khususnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), menjadi sesuatu yang wajib ada. Mengingat tanpa adanya alat bantu dalam penyampaian materi, maka tuntutan banyaknya kompetensi dasar akan sangat sulit untuk dilaksanakan oleh seorang guru. Hal inilah yang mendorong Mawan Akhir Riwanto  dan Galuh Rahayuni yang merupakan dosen dari fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan membuat terobosan media pemberlajaran IPA yang interaktif dan berbasis pada keterampilan.

“Kenyataan di lapangan saat ini, banyak guru yang masih menggunakan sistem latihan soal secara terus-menerus atau drilling dalam upaya menuntaskan kewajiban menyampaikan semua materi pelajaran. Hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap pola pikir siswa, sehingga dapat menjadikan anak kurang peka terhadap lingkungannya, menjadi tidak kreatif dalam mencari solusi permasalahan di lingkungannya, dan juga kurangnya kemauan siswa dalam mencari tahu penjelasan fenomena alam secara mandiri.” Jelas Mawan

Dengan melihat kondisi lapangan dan tuntutan kurikulum tersebut maka Mawan dan Galuh mengembangkan media pembelajaran IPA interaktif yang berbasis keterampilan proses sains untuk sekolah dasar kelas IV kurikulum 2013. Media pembelajaran yang dibuat ini menitik beratkan pada penguasaan materi sekaligus melatih keterampilan proses sains siswa.

Media pembelajaran ini terdiri dari 9 tema dan masing-masing memiliki fokus penanaman keterampilan proses sains yang berbeda-beda. Sebagai contoh Mawan menjelaskan dalam mengajarkan materi sifat-sifat cahaya berkaitan dengan alat indra penglihatan/ mata, berisi pilihan bagian mata yangsecarabebas bisa dipilih oleh siswa untuk dipelajari. Dengan kegiatan interaktif ini siswa melakukan observasi pengetahuan seputar fungsi bagian-bagian mata.

Keterampilan proses sains yang ingin dimunculkan adalah keterampilan dalam mengamati, mengklasifikasi, menyimpulkan segala sesuatu yang dipelajari siswa. Keterampilan ini terwujud dalam kegiatan mengamati struktur mata, mengklasifikasikan mata bagian dalam dan luar, serta menyimpulkan urutan jalannya cahaya pada mata.