Unugha Cilacap Melestarikan Kesenian Karawitan Melalui Perkuliahan

Unugha Cilacap Melestarikan Kesenian Karawitan Melalui Perkuliahan

Di era milenial ini, salah satu tantangan bagi generasi muda adalah mempelajari dan menggeluti budaya lokal warisan leluhur bangsa. Salah satunya adalah karawitan. Hal ini tidak hanya menjadi tanggungjawab generasi muda untuk senantiasa melanggengkannya, namun juga menjadi tanggungjawab setiap insan pendidik diberbagai penjuru tanah air. Untuk menjawab tantangan itu, salah satu dosen fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NU Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, Gigih Winandika mengajak para calon guru yang berada dalam program studi Pendidikan Guru SD untuk belajar bersama mengenal seni budaya karawitan disalah satu sanggar karawitan museum wayang Banyumas. Hal ini bertujuan kelak nanti jika sudah menjadi guru, dapat memahami dan mengajarkan budaya seni karawitan kepada para siswa dan siswa tingkat dasar. Pembelajaran kesenian karawitan ini ini masuk dalam mata kuliah pembelajaran seni disekolah.

“kegiatan ini untuk membentuk peran generasi milenial supaya lebih mengenal dan melestarikan budaya seni karawitan yang sudah mulai kurang diminati. Para calon guru SD yang saat ini masih belajar di UNUGHA perlu belajar kesenian ini, agar kelak budaya karawitan selalu bisa tersampaikan pada generasi selanjutnya”, terang Gigih

Museum wayang Banyumas dipilih menjadi pusat pembelajaran karena dimuseum ini termasuk museum yang sudah lama berdiri, yaitu mulai tahun 1983. Selain bisa belajar tentang seni karawitan, para mahasiswa juga dapat mempelajari kesenian lainnya yang sudah diakui dunia sebagai karya agung bangsa Indonesia oleh UNESCO yaitu wayang. Dimuseum wayang banyumas juga terdapat benda-benda pra sejarah, serta  foto dan lukisan kabupaten Banyumas tempo dulu. (Iwan)