Melestarikan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Melestarikan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Melestarikan lingkungan hidup tidak bisa dilakukan sendirian, harus dilakukan oleh semua pihak, baik dari pihak masyarakat, pihak pemerintah, dan swasta. Semuanya harus melakukan sesuai dengan fungsi dan tupoksinya masing-masing.
Dari pihak masyarakat misalnya dengan melakukan gerakan pelestarian alam, gerakan melindungi alam yang dilakukan dengan kerja nyata. Sedang dari pihak pemerintah adalah dengan membuat peraturan atau regulasi tentang perlindungan alam, serta dari pihak perusahaan atau swasta ialah dengan mematuhi regulasi yang sudah ada.
Hal tersebut disampaikan perwakilan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sakdullah Abdulkadir, saat menjadi narasumber seminar lingkungan hidup Sabtu (24/11) di Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (Unugha) Cilacap Jawa Tengah.
“Perusahaan atau swasta harus mematuhi peraturan yang ada yang dibuat oleh pemerintah, tidak boleh main-main dengan peraturan,” katanya.
Dikatakan, menjalin komunikasi yang baik antara semua pihak terkait adalah salah kunci untuk melakukan perlindungan lingkungan. Masyarakat sebagai garda terdepan di lingkungan harus berperan aktif, dalam upaya melestarikan alam.
“Harus terjalin komunikasi yang baik oleh semua pihak, agar tidak terjadi miskomunikasi, dan tidak saling menyalahkan satu sama lain,” pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Akademisi Unsoed Purwokerto Krissandi Wijaya, ia mengatakan semua pihak memiliki peran yang sama penting dalam melestarikan lingkungan.
“Semua pihak harus menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing, agar tidak pincang serta terjalin kesinambungan antar semuanya,” katanya.
Jika semua pihak sudah melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik, menurut Krissandi akan terasa menjadi lebih mudah efisien dalam melestarikan lingkungan hidup.
“Jika semuanya berkerja dengan baik, maka tujuan akan bisa diraih dengan mudah,” pungkasnya.
Seminar yang merupakan rangkaian dari kegiatan Dies Maulidiyah ke-18 tahun 2018 Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Ighopala itu diikuti oleh perwakilan komunitas pecinta alam serta ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Cilacap. Kifayatul Ahyar