Harlah Yayasan Bakii ke- 48, Seluruh Pimpinan dan Karyawan Unugha Ikuti Pembinaan

Harlah Yayasan Bakii ke- 48, Seluruh Pimpinan dan Karyawan Unugha Ikuti Pembinaan

Kamis (12/12) Seluruh Pimpinan dan Karyawan Unugha Cilacap ikuti pembinaan di acara Harlah Yayasan Bakii yang ke- 48, acara yang dilaksanakan di GOR Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin ini diikuti oleh seluruh  lembaga YaBakii yang terdiri dari 60 lembaga baik dari tingkat non formal maupun formal seperti  dari tingkat PAUD sampai tingkat Perguruan Tinggi.

Para tamu undangan yang hadir pada acara Harlah Yayasan Bakii ini yaitu dari Dewan Pembina Yabakii Pusat, Pejabat Dinas seperti Wakil Bupati, Kapolres , Dandim, Danrem, dan Kemenag.

Ketua yayasan Bakii  KH. Lubbul Umam, S.E  menjelaskan pentingnya memahani makna dari nama YaBakii.

“Melihat sejarah dari nama YaBakii betapa beraninya muasis memberikan nama itu, semuanya sudah dipersiapkan untuk menghadapi era revolusi industry 4.0”, Katanya

“Maka dari itu mari  kita hadapi bersama-sama,  mudahan kita menjadi sejahtera setelah melakukan amal sesuai singkatan YaBakii,” Pesannya diikuti gemuruh tepuk tangan para hadirin

“Saya berharap kepada Dewan Pembina Yayasan Bakii agar selalu didampingi yayasan ini, agar kedepannya YaBakii bisa Go Internasional,”  Ungkapnya dihadapan Dewan Pembina Ya Bakii yang dihadiri oleh Ketua PBNU langsung.

Acara yang disambung dengan pembinaan semua jajaran pengurus lembaga YaBakii ini disambut dengan rasa antusias oleh para hadirin. Apalagi pesan dari pembinaan yang disampaikan oleh Dewan Pembina Yayasan Bakii Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud mengenai tema Harlah YaBakii “Refleksi  Semangat Syuhbah Dalam Keberagaman Potensi Umat di Era Revolusi Industri 4.0”.

“Perubahan ada dua macam yaitu perubahan yang kita tidak mau berubah ya tetap berubah dan kita mau berubah ya tetap berubah, yang kedua perubahan terprogram seperti era revolusi industry 4.0 sekarang ini”, Katanya.

“Untuk menghadapi perubahan terprogram ini saya teringat pesan muasis yang pada saat itu saya masih pondok pesantren Al Ihya yaitu ojo gumunan (jangan heran) dan ojo getunan (Jangan menyesal)”, Sambungnya.

Satirin selaku salah satu peserta dari MI Karang Jengkol merasa sangat puas dengan pembinaan yang dilakukan oleh Yayasan Bakii.

“Pembinaan kali ini sangat luar biasa, apalagi yang memberikan pembinaan langsung dari ketua PBNU mantaappppp,” Ungkapnya yang pada saat ini dia sebagai salah satu guru di MI Karang Jengkol. (Im)